Selasa, 19 Maret 2013

Konsep Sistem Informasi Manajemen


Konsep Sistem Informasi Manajemen

            Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem yang diciptakan untuk melaksanakan pengolahan data yang akan dimanfaatkan oleh suatu organisasi. Pemanfaatan data disini dapat berarti penunjang pada tugas-tugas rutin , evaluasi terhadap prestasi organisasi , atau untuk pengambilan keputusan oleh organisasi tersebut .



Pengertian dan Karakteristik SIM

            Pada dasarnya orang dapat membahas sistem informasi manajemen tanpa computer , tetapi kemampuan computer membuat SIM terwujud . Gagasan suatu sistem informasi atau keputusan berdasarkan computer tidak berarti automatisasi total . Konsep sistem manusia/mesin menyiratkan bahwa sebagian tugas sebaiknya dikerjakan oleh manusia dan yang lain dilakukan oleh mesin .
            SIM umum dikenal orang dan sebuah sitem manusia/mesin yang terpadu untuk mnyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi organisasi , manajemen , dan proses pengambilan keputusan dalam suatu organisasi . Sistem ini mengguanakn perangkat keras dan perangkat lunak computer , prosedur pedoman , model manajemen , dan keputusan serta sebuah bank/basis data yang disebut database .
            Untuk dapat memahami arti sistem informasi manajemen , kbeberapa definisi yang diketengahkan oleh para ahli , sebagai berikut :

-Robert G.Murdick dan  Joel E. Ross :
SIM adalah proses komunikasi dimana informasi masukan direkam , disimpan dan diproses untuk menghasilkan output yang berupa keputusan tentang perencanaan , pengoperasian , dan pengawasan .

-Joseph F Kelly :
SIM adalah perpaduan sumber daya manusia dan sumber daya yang berbasis computer yang menghasilkan kupulan penyimpanan , komunikasi dan penggunaan data untuk tujuan operasi manajemen yang efisien serta perencanaan bisnis .

- Gordon B.  Davis :
SIM adalah sistem manusia/mesin yang terpadu guna menyajikan informasi untuk mendukung fungsi operasi , manajemen dan pengambilan keputusan di dalam organisasi

- Drs. Soetedjo Moeljodihardjo :
SIM adalah suatu metode untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu bagi manajemen tentang lingkungan luar organisasi dan kegiatan operasi didalam organisasi , dengan tujuan untuk menunjang proses pengambilan keputusan serta memperbaiki proses perencanaan dan pengawasan .

-Drs. Komaruddin :
SIM adalah suatu pendekatan yang terorganisir dan terencana untuk memberi eksekutif bantuan informasi yang tepat dan dapat memberikan kemudahan bagi proses manajemen .
           
            Berikut dijelaskan karakteristik SIM guna mendapat sinyal yang lebih dini tentang keberadaan dan kondisi SIM di organisasi :
1.SIM membantu manajer secara terstruktur pada tingkat operasional dan tingkat control saja . meskipun demikian SIM dapat pula sebagai alat untuk perencanaan bagi staf yang sudah senior .

2. SIM didesain untuk memberikan laporan operational sehari-hari sehingga dapat memberi informasi untuk mengontrol operasi tersebut dengan lebih baik .

3. SIM sangat bergantung pada keberadaan data organisasi secara keseluruhan , serta bergantung pada alur informasi yang dimiliki oleh organisasi tersebut .

4. SIM biasanya tidak memiliki kemampuan untuk menganalisa masalah . Kemampuan untuk menganalisa masaah terletak pada DECISION SUPPORT SYSTEMS .

5.SIm biasanya berorentasi pada data-data yang sudah terjadi atau data-data yang sedang terjadi bukan data-data yang akan terjadi seperti Forecasting .

6.SIM juga berorentasi pada data-data di dalam organisasi disbanding data-data dari luar organisasi . Oleh karena itu informasi yang dibutuhkan oleh SIM adalah informasi yang sudah diketahui formatnya  serta relative stabil .

7.SIM biasanya tidak fleksibel karena bentuk laporan-laporan yang dihasilkan banyak sudah dipersiapkan sebelumnya . Beberapa SIM memiliki kemampuan agar manajer dapat membuat laporannya sendiri tetapi sebenarnya data-data yang dibutuhkan manajer tersebut sudah ada dan sudah disiapkan lebih duu .

8. Sebagai Problematika yang telah disebutkan di atas , SIM membutuhkan perencanaan yang sangat matang dan panjang , sambil memperhitungkan perkembangan organisasi di massa mendatang . Sebuah literature menyebutkan bahwa analisi dan desain SIM biasanya membutuhakan waktu antar satu sampai dua tahun . 

Perkembangan Konsep SIM

            SIM terus menerus dipelihara dan dijaga untuk menjamin sistem tersebut dapat menyediakan informasi yang penting bagi pemakainya. Gagasan sebuah sistem informasi untuk mendukung manajemen dan pengambilan keputusan telah ada sebelum dipakainya komputer, yang memperluas kemampuan organisasi untuk menerapkan sistem semacam itu. Perluasan kemampuantersebut sedemikian menyolok sehingga SIM menjadi sesuatu yang baru. Banyak gagasan yang merupakan bagian SIM, yang berkembang dan berevolusi dari bagian ilmu pengetahuan lain. Ada 4 bidang pokok konsep dan pengembangan sistem yang melacak asal mula konsep SIM :
1. Akuntansi Manajerial
2. Ilmu pengetahuan manajemen
3. Teori manajemen
4. Pengelolahan komputer

Komponen Fisik SIM
            Kalau orang ingin melihat sistem informasi suatu organisasi , maka akan ditunjukan komponen fisiknya . Suatu pernyataan mengenai apa saja yang dikerjakan komponen fisik bisa dijawab dengan fungsi pengolahan atau bisa juga dengan keluaran sistem . Unsur ini adalahpenting dalam memahami suatu sistem pengolahan dan karenanya akan diselidiki sebelum kerangka atau strukturnya diuraikan . Kalau pembelian suatu sistem informasi manajemen dilakukan seperti lazimnya suatu mobil atau peralatan , maka komponen yang diserahkan untuk melengkapi suatu sistem pengoperasiannya akan terdiri atas perangkat keras , sprenagkat lunak , prosedure , personalia pengoperasian , dan database .

Berikut ini dijelaskan komponen fisik SIM :
Komponen Sistem
Catatan
Perangkat Keras
Perangkat keras dalam suatu sistem informasi terdiri atas komputer , peralatan penyiapan data , dan terminal masukan/keluaran
Perangkat Lunak
Perangkat Lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :
1.Sistem perangkat lunak umum .
2.Aplikasi perangkat lunak umum
3.Aplikasi perangkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi .
Database
File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik sperti disket , hard disk , magnetic tape , dan sebagainya .
Prosedure
Prosedure merupakan komponen fisik karena prosedure disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi . Ada 3 jenis prosedure :
1.Instruksi untuk pemakai
2.Instruksi untuk penyiapan masukan
3.Instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer
Personil
Operator komputer , analis sistem , progammer , personil , data entry , dan manajer sistem informasi/EDP.

Sintetis struktur SIM
            Struktur SIM diuraikan dengan dua cara yaitu : atas dasar kegiatan manajemen dan fungsi organisasi , kedua rancangan ditambah konsep struktural kini akan disintetiskan kedalam suatu striktur SIM . Pada hakekatnya hal ini merupakan suatu konseptual yang memungkinkan pembahasan dan perencanaan sistem informasi .
 SIM didefinisikan sebagai suatu gabungan subsistem fungsional yang masing-masing dibagi dalam empat seksi pengolahan informasi :

A. Pengolahan Transaksi
B. Dukungan operasi sistem informasi
C. Dukungan pengendalian manajerial sistem informasi
D. Dukungan perencanaan strategis sistem informasi

            Setiap subsistem fungsional mempunyai file data unik yang hanya dipakai oleh subsistem itu . Kegiatan yang berbeda untuk fungsi yang tidak memerlukan dukungan pengolahan informasi yang serupa , misalnya pengolahan transaksi lebih penting dipandang dari segi waktu pengolahan yang dipakai dan file yang digunakan dibandingkan perencanaan strategis . Sistem pengolahan strategimemberi dasar bagi semua dukungan informasi . Struktur konseptual suatu SIM adalah untuk subsistem fungsional yang terpisah ditambah suatu sistem database , yakni beberapa aplikasi umum dan model analisis umum serta model keputusan .

SIM Berbasis Komputer

            Suatu sistem informasi manajemen yang berbasis komputer terdiri dari manusia , perangkat keras , perangkat lunak , data dan prosedure-prosedure organisasi yang saling berinteraksi untuk menyediakan data dan informasi yang tepat pada waktunya kepada pihak-pihak di dalam maupun di luar organisasi yang berkompeten. SIM modern yang dimaksud adalah SIM yang terkomputerisasi sehingga gagasan-gagasan tentang komputerisasi di dalam organisasi swasta maupun publik sesungguhnya berkenan dengan penyempurnaan sistem informasi itu sendiri.

Di bawah ini adalah perbandingan kemampuan komputer dengan otak manusia :
Kemampuan Komputer
Kemampuan manusia
Pengolahan cepat
Intuisi dan penilaian
Akurasi
Fleksibilitas dan adaptivitas
Kapasitas penyimpanan yang besar
Responsif terhadap kejadian tak terduga
Efektif untuk tugas yang berulang-ulang
Pemikiran abstrak
Otomatis
Prencanaan dan penetapan tujuan
Dapat berfungsi hampir secara terus menerus
Mampu mengenali pola tindakan
Teliti dalam mendeteksi situasi menyimpang
Mampu menetapkan prosedure dan kontrol
Dapat diperbaiki dan ditingkatkan
Dapat mengemukakan argumentasi
Bekerja hanya kalau diperintah
Dapat membaca majalah

            Dari ciri-ciri kemampuan manusia dan kemampuan komputer tersebut , dapat dilihat bahwa apabila keunggulan manusia dan komputer digabungkan akan kita peroleh kinerja yang sangat baik bagi SIM .
            SIM modern adalah bagaimana menghasilkan kemampuan manusia dan komputer untuk menghasilkan keputusan manajerial yang baik .
            Harus diingat bahwa meskipun komputer mampu melakukan hal-hal yang fantastis di dalam mengolah sistem informasi , penggunaan sistem informasi itu tetap bergantung pada manusianya . Secanggih apapun sistem komputer yang dipaki , bila manusia tidak dapat memanfaatkan informasi yang dihasilkan maka sistem komputer itu tidak akan ada banyak manfaatnya . Bagaimanapun juga komputer adalah alat .

            Secara garis besar SIM berbasis komputer mengandung unsur-unsur berikut :
1. Manusia ,  setiap SIM yang berbasis komputer harus memperhatikan unsur manusia  supaya sistem yang diciptakan lebih bermanfaat .
2. Perangkat keras ( hardware ) , Perangkat keras terdiri dari komputer itu sendiri yang terkadang disebut juga central processing unit beserta peragkat pendukungnya .
3. perangkat lunak ( software ) , intruksi-intruksi yang dapat dibaca oleh mesin yang memerintahkan bagian-nagian perangkat keras SIM berbasis komputer sehingga dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat dari data yang tersedia .
4. Data , fakta-fakta yang akan di buat menjadi informasi yang bermanfaat .
5. Prosedure , peraturan-peraturan yang menentukan operasi sistem komputer .

            Pada dasarnya ada 2 cara peremajaan data :
1. Sistem pengolahan dalam gugus/tumpukan ( batch processing ) , sistem ini merupakan sistem pengolahan atau pembaruan data yang lama ,tetapi relatif murah , transaksi kegiatan operational atau catatan penting dalam organisasi dikumpulkan dalam gugus dan secara periodik diolah untuk digabung dengan file induknya .
2. Sistem pengolah waktu nyata ( real-time processing ) , Dengan sistem ini pembaruan data dilakukan langsung pada file atau database , contoh sistem pembaruan data adalah sistem pemesanan karcis pesawat udara .
Masing-masing sistem pengolahan di atas memiliki keunggulan dan kelemahan


 HASIL DISKUSI

#Contoh Sistem Informasi Manajemen 


 

#Mengapa Sistem Informasi Manajemen harus fleksibel?
Jika Sistem informasi manajemen fleksibel, dan berhubungan dengan kebutuhan organisasi Anda, klien Anda dan kurikulum bahwa Anda memberikan, maka mereka bekerja dengan baik dan efektif. Anda harus yakin bahwa, apa pun sistem yang Anda gunakan, mereka sesuai dengan tujuan Anda dan dapat disesuaikan untuk melakukannya, yang mudah digunakan dan memungkinkan entri data yang cepat dengan akses cepat dan fleksibel untuk tujuan pelaporan.

#Maksud dari pernyataan kalimat “Manusia dapat membaca majalah”
Jadi perbedaan antara manusia dan computer dalam hal ini adalah manusia dapat mengerjakan suatu proses tanpa intruksi dari pihak luar, sedangkan computer harus mendapat intruksi dari brainware dahulu baru bisa mengeksekusi suatu hal.

#Perbedaan Batch Processing dan Real Time processing
Setiap transaksi secara real-time merupakan proses yang unik.  Hal ini bukan bagian dari kelompok transaksi walaupun transaksi diproses dengan cara yang sama. Pemrosesan transaksi secara real time berdiri sendiri baik dalam pemasukan ke sistem dan juga dalam penanganan output nya.
Pemrosesan real time memerlukan master file yang tersedia untuk lebih sering memperbarui dan referensi dari pada batch processing. Database tidak dapat diakses setiap waktu untuk batch processing. Pemrosesan real time memiliki lebih sedikit kesalahan dari pada batch processing , sebagai data transaksi divalidasi dan dimasukkan dengan segera. Jarang terjadi kesalahan dalam pemrosesan real time, namun mereka sering ditoleransi. Lebih banyak operator komputer dibutuhkan dalam proses real time karena operasi tidak sentralistik. Hal ini lebih sulit untuk memelihara sistem pemrosesan real time dari pada sistem batch. Lebih banyak operator komputer dibutuhkan dalam proses real time karena operasi tidak sentralistik. 


Source :







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar